THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 05 September 2010

special one

Tiktok tiktok tiktok !
*suara jam di dinding terasa terdengar nyaring ,dan smakin cepat seperti mengejarku yang belum juga tidur.
Jarum jam sudah hampir menunjukkan ke angka 2.
Aku hanya terdiam dalam gelap malam ini.
Entah apa yang kupikirkan dan kurasakan.
Sudah beberapa malam ini kulewati sama seperti ini.
Aku bangkit dari pembaringan ,keluar dan mengambil segelas air dingin dikulkas untuk sedikit menetralkan pikiran.
Aku duduk dipinggir tempat tidurku sambil terus menatap jam.
Mataku ini belum juga bisa terpejam.
Aku benarbenar tidak mengerti dengan smua ini.
Akhirnya aku memutuskan untuk tidak tidur. Aku pun mengambil buku bahasa inggris ,esok hari akan diadakan ulangan harian. Aku harus belajar.
Saat belajar pun pikiran ku tidak terpusat pada pelajaran ,terus kupaksa belajar hingga pagi..
****
Tintiiin Tintiiin !
Aku yang sedang sarapan dengan mama papaku dan billy langsung bangkit dari tempat dudukku.
'ma ,pa wiwi berangkat duluan ya.' salam pamitku sambil mencium tangan mereka.
'bil ,gua duluan yee.' pamitku pada billy ,kaka lakilaki kesayanganku.
'yaa ,semangat lo! Lesu banget ,tumben?' tanya billy.
Aku langsung keluar ,tidak menjawab pertanyaan billy.
'pagii.. Hmm ,lama banget sih ,bee?'sambut rendra.
Aku hanya tersenyum dan langsung duduk dibelakangnya..
Tak lama ,sampai digerbang depan sekolah kami. Yaitu di SMKN 7 GRAFICA RM.
Aku turun dari sepeda kesayangan rendra ini.
'wiwi tunggu ditangga yaa ,rendra aja yang parkirin motornya.' pinta rendra.
Aku langsung masuk setelah mencium tangan bapa kepala sekolah yang setiap pagi sudah majang dipintu masuk utama sambil menyambut penghuni sekolah yang baru tiba.
Aku bertemu rendra ditangga bawah ,dan kami berjalan bersama menuju kelas dilantai 3.
'kamu kenapa sih wi? Pagipagi kayanya udah bete banget?' selidik rendra.
'gapapa ko. Maaf deh ,rend maaf. Aku ga bete lagi deh! Hehee' sahutku sambil tersenyum.
Aku belum menceritakan pada rendra tentang beberapa malam ini. Aku tak mau ia mengkhawatirkan aku.
'wi ,rendra mau kebawah. Ikut ga? Mau ambil absen dipiket ,yuuk temenin!' ajak rendra.
Kami pun berjalan menuju meja piket yang terletak didekat pintu utama ,jauh dari kelas kami yang letaknya dilantai 3 paling pojok.
'mata kamu sakit lagi yaa? Keliatan ada kantungmatanyaa.' tanya rendra padaku.
'hahaaaa ,ga ko. Mungkin karna aku kecapean aja ,bee.' sahutku tenang.
Kupikir rendra tidak akan sadar dengan kantungmata yang mulai terlihat ini pengaruh insomnia ku itu.
Tak ada seorangpun yang tau keadaan malam ku itu. Aku baru berniat akan menceritakan hal ini pada yanne dan cica sahabat terpercaya ku.
Setelah mengambil absensi kelas ,kami mampir ke kantin kejujuran sekolah. Rendra membelikan ku 2buah permen lolipop susu kesukaan ku.
'ni ,buat balikin mood kamu biar ga bete lagi. Hehee' ujar rendra sambil memberikan permen itu.
****
rendra ,ia adalah seorang remaja lakilaki biasa. Seorang ketua kelas x multimedia dan koordinator bidang politik organisasi dalam osis.
Dia bukan anak yang paling diunggulkan dikelas. Sekali lagi ,ia adalah remaja biasa.
Tapi dimataku ia tidak biasa. Smua yang ia lakukan membuatku smakin mengaguminya. Tak pernah terpikirkan jika sekarang aku menjadi miliknya yang paling ia jaga. 4bulan telah ku lewati berragam masalah.
Ia yang membuatku menjadi semakin berarti. Dan distiap hariku ,ia slalu hadir untuk mewarnainya.
Ia pernah bilang padaku ,'aku gamau janji. aku juga gamau gombalgombal. menurutku itu semua pembodohan dan pendustaan. tapi kamu harus tau wi. Sebisa mungkin aku berusaha untuk tetap ada disamping kamu terus.' katakata itu tak akan kulupakan.
Aku menyayanginya bukan karna ia pandai berkata ,bukan karna ia pandai merayu ,bukan karna ia pandai menggombal*dia memang puitis juga ,hehe*
tapi karna ia pandai memperlakukan ku sebagai aku yang sebenarnya. karna ia pandai membaca pikiranku. karna ia pandai menyayangiku.
Sekali lagi ,aku menyayanginya sebagai kekasihku. Dan ia menyayangiku sebagai kekasihnya.
****
'wii ,makan sana sama cica sama yanne!' perintah rendra.
Cica dan yanne mengajakku ke kantin untuk makan siang.
'ga deh ,wi mau belajar bahasa inggris aja. Nanti kan ulangan.' sahutku menolak.
Mereka pun meninggalkan ku sendiri atas permintaanku.
setelah bell masuk berbunyi ,kami sekelas pun menunaikan ulangan harian ketiga bahasa inggris.
****
'ahh! Sebell gua ama cica ,ulangan matematika kemarin aja gua gabisa. Apalagi bahasa inggris yang parah begituuu!' keluh yanne.
'ehh ,lo pikir gua bisa? Bahasa inggris gua gabagus! Tuh si wiwi yang lo omelin harusnya.' sahut cica.
'okeoke ,tenang smuanya. Nanti gua jelasin di pers conference.' jawabku.
'hahaahaa ,gawaras.' sahut cica dan yanne.
Di sini hanya ada aku ,cica dan yanne. Ditempat ini lah kami keluarkan sgala keluh kesah canda tawa dan sebagainya.Best Place for Us! Itu lah nama tempat yang sering kami kunjungi digrafika ini. Bertepat dilantai 2 ,dekat dengan ruang platmaker.
'eh ,gua mau crita ni.' ujarku pada mereka.
Lalu ku crita kan tentang yang kualami dalam beberapa malam ini pada mereka.
'jadi lo belom tidur seharian? Ga ngantuk emang? Emang lo mikirin apaan sih?' cerocos yanne.
'gua juga gatau mikirin apaan. Dibilang gua bengong aja ,hahaaa. Tapi takut klo itu badfelling ,biasanya sih gitu.' jawabku.
Aku memang seperti bisa merasakan kejadian yang tidak menyenangkan diwaktu yang akan datang. Tibatiba aku menjadi aneh sendiri klo seperti itu. Sering kali itu seolah menjadi pertanda buruk pada kehidupan.
Tak terasa ternyata air mata meleleh dipipiku. Entah mengapa ,aku menjadi menangis dan gelisah.
'wi ,jangan nangis dong. Yaah ampun ,jangan nangis wi.' cegah cica.
'jangan kasitau rendra yaa. Gua gamau dia khawatir.' pintaku pada cica dan yanne.
Rendra datang ,ia melihat ku sedang menangis.
'kenapa wi? Ko nangis?' selidik rendra.
'gapapa ko rend.' jawabku. Aku bangkit dan menghampiri rendra. Kami turun ,dibawah sudah ada ezra agung dan dika.
Dika menghampiri yanne ,ia bertanya apa yang terjadi.
Aku taktau apa yang yanne bicarakan pada dika.
Sebelum pulang ,biasanya kami bercanda atau apalaah.
Ada ezra ,agung ,dika pacar yanne ,aku ,cica ,yanne dan rendra. Biasanya juga ada fitri dan fajar ,mungkin mereka pulang duluan.
'lo abis nangis wi? Mata lo bengep.' tanya ezra.
'kga ,ngantuk gua. Heheee.' jawabku ngelantur.
'caa ,makan yook. Laper gua.' ajak agung yang sebenarnya mengajak smuanya.
'ogah ahh ,udah makan tadi. Perut gua masih penuh.' sahut ica menolak.
Tidak ada yang berminat dengan tawaran agung. Ia pun diam sajaa.
Bercanda ,tertawa dan lain sebagainya kami lakukan disini.
Tak terasa sudah pukul 5sore. Kami harus segera pulang.
Aku pulang dengan rendra ,yanne dengan dika karna kami searah.
Yang lain memisahkan diri.
Dijalan ,aku masih menangis. Karna pakai pelindung kepala ,kupikir rendra tidak melihat air mataku.
Sampai dirumah ku ,'jangan nangis terus dong bey ,ada apaan sih? Ampe ditangisin gituu?' tanya rendra.
'aku gapapa ko ,sakit mata mungkin.' jawabku datar.
'kenapa sih daritadi ditanya jawabnya gapapa terus? Sebenernya kenapa? Ko gamau crita ama rend si wi?' cerocos rendra sambil menggenggam tangganku erat.
'apa sih? Udahlah rend ,kamu pulang sana. Udah sore ,nanti mamamu cariin kamu.' jawabku mengalihkan.
'hh ,yaudahlaah. Aku pulang yaa.
Bye mylove!' pamitnya dan melepas genggamannya.
Rumah rendra sangat dekat denganku. Yaitu disamping rumahku ,hehee.
Kamar kamipun bersebelahan ,kadang aku bisa melihat apa yang ia kerjakan disana ,begitu juga rendra padaku.
Ia belum lama tinggal disini ,masih terhitung tetangga baru. Sejak tahun ajaran baru ,ia tinggal disini.
Itu sebabnya aku menjadi akrab karna sering pulang bersamaa.
Waktu itu ia belum menggunakan motornya itu kesekolaah. Naik angkutan umum dan kemudian jalan masuk ke gang.
****
besok pelajaran praktek multimedia seharian ,aku tidak belajar sajaa. Heheee. Mungkin rendra juga.
Jam menunjukkan pukul 7lewat.
'hmm ,biasanya si oncom udah nelfon. Tumben ,kemana yaah?' gerutuku.
Sambil menunggu telfon dari rendra ,aku merebahkan badanku dikasur. Aku teringat lagi dengan perasaan anehku ituu.
Ditempat lain ,yanne sedang telfontelfonan dengan rendra.
Aku tertidur ,sampai aku bangun pukul11 malam saat ku dengar telfongenggamku berbunyi. Ada pesan singkat ,itu rendra.
'my princess ,don't be sad anymore. Really ,i hate myself if i know that i'm a troublemaker and you cring me.
I still here ,don't make your eyes looks bad.
By my love to you ,i'll do my best.
Night ,mylittle yellow fish.
Love you lot.'
aku hanya terdiam dan termenung membaca pesan singkat ini. Kenapa ia tibatiba bicara seperti ini? Aku merasa aneh ,karna sedaritadi juga ia tidak menelfonku atau sms ku.
****
Tadi malam aku bisa tidur ,alhamdulillah. Tapi hatiku belum tenang juga ,masih terus mencari penyebab kegelisahan ini.
'bey ,aku udah didepan ni.' bunyi pesan singkat dari rendra.
'aku berangkat yaa ,assalamualaikum!' pamitku pada smua.
Aku berangkat seperti biasa. Kali ini aku bisa menyembunyikansmuanya didepan rendra. Aku memasang wajah seperti biasa.
Dalam hati ,aku sangat ingin sekali menangis.
Karna ini hari jum'at ,sluruh siswa muslim lakilaki wajib untuk mengikuti shalat jum'at disekolah. Dan siswa muslim perempuan mengikuti acara mentoring di aula.
Kali ini mentori membahas tentang takdir Allah ,tentang ajal ,rezeki ,jodoh dan lainya.
Aku dan yanne memperhatikan dengan baik.
'tidak ada yang tau kapan waktu kita didunia ini akan habis. Bisa saja sekarang kita masih bisa berkumpul ,tapi besok salah satu dari kita telah tiada.
Atau mungkin pulang sekolah nanti tibatiba terjadi sesuatu dan ternyata itu waktu terakhir kita.' ujar bu maya ,pemberi materi kali ini.
Tibatiba air mataku meleleh lagi ,tak sanggup aku menahannya. Dan sampai acara slesai pun aku masih menangis.
'yann ,gua takut banget nii!' bentakku pada yanne.
'udah wi ,nangis terus. Takut kenapa sih!' sahutnya.
Rendra ezra dan dika menemui aku dan yanne dilantai 2. Cica dan agung masih mentoring agama kristen.
Rendra langsung menghampiri aku yang masih terus menangis.
'wi ,jangan nangis terus dong. Rendra ada disini ,wi gausah takut. Istigfar wii..' kata rendra menenangkan ku.
'astagfirullahaladzim..' aku terus saja berIstigfar dan masih menangis.
****
bell pulang berbunyi. Kali ini rendra mengajakku langsung pulang ,ia tidak mau melihatku terus menangis. Seperti biasa ,aku diantar pulang oleh rendra dan yanne diantar dika.
Cica ,agung ,ezra ,fitri ,fajar ,dan dita masih disekolah.
'rend ,aku sayang sama kamuu.' kataku yang masih ketakutan.
'aku juga. Wiwi gausah takut yaa ,gaakan terjadi apapa ko. Rendra masih disini. Semalem aku telfon yanne dan tadi aku juga tanya sama dia ,kenapa kamu jadi aneh. Gausah takut deh wi. Klo pun itu bener terjadi ,kamu harus iklas. Biarpun aku gaada ,kamu harus terus semangat. Gaboleh sedih. Dan biarpun aku gaada ,aku akan terus jagain kamu darijauh. Kamu gaakan sendirian.' jelas rendra yang semakin membuat ku kacau.
'pokonya kamu gabolehpergi rend. Aku gamau.
Udah ahh ,aku gamau bahas lagi. Ayoo pulang ,yanne sama dika udah nungguin didepan.' kataku.
Diparkhran ini hanya ada aku dan rendra.
Ia mencium keningku dan memelukku.
Aku terdiam.
'buruan kek ,neng. Lama banget.' teriak yanne.
Dimotor ini ,aku memeluk rendra lebih erat dari biasanya. Dalam hati aku terus berdoa.
****
Tibatiba aku berada diruangan yang sepi. Tak ada seorangpun. Aku mencari rendra.
Aku berhasil menemukannya. Ia menghampiriku ,memelukku erat dan mencium kening ku tanpa berkata apapa.
'rend.' ucapku.
Ia hanya tersenyum.
Perlahan ia pergi menjauh ,aku terdiam.
Ia pun takterlihat lagi ,aku mencarinya diberbagai sudut angin.
'rendraaaaaa!' teriakku.
Aku terbangun. Ternyata tadi hanya mimpiku.
'wii ,udah siuman lo.' kata ezra. Ia ada disamping pembaringanku.
'gua dimana?' tanyaku.
'dirumah sakit wi ,tenang dulu yaa. Istirahat ajaa.' jawab ezra.
Masuk lah cica dan yanne kedalam ruangan sambil menangis.
'lo gapapa kan wi?' tanya yanne panik.
'gapapa apanya? Ada apa sih?' tanya ku bingung sambil bangkit.
Kepalaku sakit ,dililit perban. Aku baru sadar.
Tanganku juga diperban dan sulit digerakkan.
'udah berapa lama gua pingsan?' tanyaku pelan.
'2hari wi.' jawab ezra.
'rendra mana?' tanyaku pelan.
Tak ada yang menjawab.
'rendra mana?' sekali lagi.
'RENDRA MANA?!!' gertakku.
'Tenang dulu wi.' jawab yanne.
'tenang gimana sih? Rendra mana?' gertakku lagi.
Dika datang membawakan kursi roda untukku. Mereka membawa ku kesebuah ruangan.
Disana terbaring rendra yang sangat lemah. Ia masih belum sadar juga sejak kejadian itu.
Aku menangis sejadijadinya.
'rend ,bangun sayang.' bisikku sambil menggenggam tangannya yang dingin.
'ko diem aja rend ,ayo bangun. Aku mau bicara sama kamu.' bisikku.
Tidak ada respon darinya.
'maaf ,tolong kosongkan dulu ruangan ini. Pasien perlu istirahat.' kata seorang perawat rumah sakit ini.
Kami keluar ,menuju taman rumah sakit. Smua terdiam.
'ada yang bisa jelasin gaa?' tanyaku pelan sambil menangis.
'kendaraan yang rendra bawa waktu pulang sekolah nabrak sebuah mobil. Yang gua liat lo langsung gasadar wi ,rendra masih sadar sambil terus megang tangan lo sebelom akhirnya dibawa kesini. Dijalan ,rendra gasadar. Sampe sekarang..' jelas dika.
Aku masih menangis.
'kata dokter dia kenapa?' tanyaku lagi.
Mereka berpandangan ,tak ada yang menjawabku.
'yaa ,gua tau sekarang.' kataku melihat respon mereka seperti itu.
Smua terdiam.
****
keesokkan harinya ,dipagi hari. Tak ada yang menjagaku dikamar. Aku bangkit dan keluar menuju kamar rendra.
Kulihat sudah tidak ada penghuni. Aku bingung ,dan kembali kekamarku.
'rendra kemana?' tanyaku pada yanne dan dika yang baru saja datang. Mereka bilang rendra sudah cekout.
'yaudah ,gua juga mau pulang.' pintaku.
Setelah beresberes ,aku diantar pulang kerumah rendra. Kulihat sangat ramai.
'ada apa sih?' batinku.
Smua orang berpakaian hitam ,aku jadi semakin bingung.
Aku bertemu dengan cica dan fitri. Mata mereka dipenuhi air mata ,walaupun ditutupidengan kacamata hitam.
'kalian kenapa?' tanyaku bingung.
Aku masuk. Kulihat mama rendra sedang menangisi seorang pria yang sudah terbujur kaku.
Aku menghampirinya. Ku lihat.
Oh tidak!!!
'rendraaa!!' teriakku memanggilmanggil namanya. Ternyata rendra sudah berbaring lemah takberdaya.
'rend ,bangun rend!!' kataku yang masih tidak percaya.
Aku hampir pingsan melihatnya. Daribelakang ,billy yang baru datang memelukku sambil berkata 'rendra pasti gasuka klo lo nangisin dia wi ,sudah.'
billy ,mama dan papaku baru tiba dijakarta setelah beberapa hari berada diluar kota.
****
setelah penguburan slesai ,aku masih duduk disamping pusara rendra sendirian sebelum akhirnya billy datang menyuruhku pulang.
Beberapa hari setelah itu ,aku kembali menemui rendra.
'rend ,ternyata benar apa yang kurasain slama ini. Sekarang kamu udah gaada ,tapi kamu udah janji buat jagain aku terus. Aku sungguh kehilangan kamu. Sekarang aku sendirian lagi. Rend ,suatu saat aku pasti susulin kamu disana. Tunggu aku yaa..
walaupun kamu udah gaada ,aku bakal terus sayang sama kamu rend. Aku kangen sama kamu. Aku cuma bisa berdoa ,smoga aku bisa ketemu kamu lagi dihari yang akan datang dimana kita akan terus bersama.
Rend ,aku sangat sayang sama kamuu. Namamu akan slalu ku ukir dalam hatiku. Tempatmu takkan tergantikan dihatiku ,walaupun aku harus menjalani ikatan yang lain. Smoga Allah memberikan tempat terbaik untuk orang sebaik dirimu rend.' kataku sambil menagis.
****
sekarang ,aku pun menjalani harihariku seperti biasa. Walapun kini gaada lagi celoteh dari rendra yang stiap hari menemaniku. Namun masih kudengar canda tawanya ,ketika aku berkumpul dengan yang lain seperti biasa.
Mungkin rendra ada disampingku ,ikut tertawa seperti biasa. Harum tubuhnya masih kurasakan jugaa.
Rendraaaaa ,namamu tak ada habisnya. Aku masih terus mengingatmu dan smua yang kita lalui bersama. Smua kasih mu tak akan kulupa sampai aku akan menemuimu nanti.
Love you ,rendraaa..
***********************
the end.

0 komentar: