Pagi itu disebuah sekolah.
'syafaaaa ,gua dong satu bangku sama kakak iqbal!' pamer fifi pada syafa.
'ah curang lo fi! Gua aja deh yang duduk sama dia fi.' jawab syafa.
'manaa boleeeh! Bilang sana sama bu yenni.' tolak fifi.
Aku hanya gelenggeleng kepala mendengar percakapan mereka.
Bell masuk pun berbunyi.
Aku masuk ke ruangan 14. Ruangan terakhir.
Aku ,syafa ,dan anggi satu ruangan. Sementara fifi dan widia terpisah diruangan 13.
Hari ini akan diadakan ujian semester I.
Karna kami adalah kelas x.mm ,maka kami ditempatkan satu ruangan dengan kelas xi.tr2.
Anggi duduk sebangku dengan ka rossa.
Aku dan syafa belum tau duduk sebangku dengan siapa.
Hari ini ujian agama ,fisika dan pkn.
Kaka kelas xi masih belum duduk tertib ,mereka mengintip siapa pengawas ruangan ini didepan pintu.
'eheh ,itu ada pakheru.' teriak salah satu dari mereka ,taktau siapa namanya.
muanya panik duduk karna pengawas hampir tiba.
Ternyata syafa duduk dengan ka rizky dan aku taktau nama orang disebelahku ini.
Bell istirahat berbunyi.
Aku syafa dan anggi menemui widia dan fifi diruang 13.
'syaa ,enak deh duduk sama ka iqbal. Haha' pamer fifi lagi.
'fi mah norak ni!' sahut syafa.
'eh masa tadi kocak deh ,dia hampir ketauan nyontek sama bu hasni' kata fifi.
Sementara mereka asik ngerumpi ,aku asik baca buku pkn.
'yaampuun! Hahaa ,dasar siganteng! Jadi makin suka deh. Terus sekarang orangnya manaa?' cloteh syafa.
'ke kantin mungkin ,gatau dah.' jawab fifi.
Dulu pernah ,pelajaran kkpi kami digabung dengan kelas xi.tr2. Itu pertama kalinya syafa melihat iqbal.
Syafa sangat mengagumi iqbal sampai sekarang.
Karna kelas xmm dan xi.tr2 jauh terpisah membuat syafa jadi kangen sama iqbal. Nah sekaranglah jadi seperti tergila karna paras ka iqbal yang memang tampan.
Sementara syafa menyukain ka iqbal ,fifi kagum dengan kadika yang duduk dengan widia. Dan anggi justru menyukai karizky yang duduk dengan syafa.
Rizky iqbal dika memang berteman. Kata syafa ,orang yang duduk disebelahku juga teman iqbal.
'Itu raa ,namanya sigit. Dia yang duduk sama lo kan?
Eh ,Iqbal sama tementemennya gantengganteng smua yaa?' kata syafa padaku saat pulang sekolah melihat iqbal dan temantemannya.
Aku hanya senyum.
Mereka memang memiliki paras yang tampan ,tapi entah mengapa aku tidak tertarik pada salah satu diantara merekapun.
Bukan aku belagu ,tapi aku memang tidak merasa mereka lebih tampan dari fabregas idolaku. Hehehee
'eh enak ga duduk sama sigit?' tanya syafa.
'ah biasa aja. Dia diem aja gamau nyapa gua. Hehee ,pengen disapa banget gua.' jawabku.
Kami pun pulang kerumah masingmasing.
Aku syafa dan widia searah ,sisanya mencar.
Kok lo tau syaa?' sahutku.
'iyaalah ,scara gua duduk di belakang lo. Ah ,gimana sih!' jawab syafa.
Akupun mencritakan tragedi kepentok meja tadi.
'terus tadi juga dia malah bilang sama gua gini
~eh bisa ga sih ga nyontek sama gua?~' kataku sambil memperagakan tingkah sigit saat ia menuduhku menyontek tadi.
'hahaa ,dasar oneng. Adada aja. Emang pelajarannya sama apah!' sahut syafa.
Bell masukpun berbunyi.
Kami duduk ditempat masingmasing.
Sekarang ujian senibudaya ,gambar.
Sigit yang berada disebelahku ini tidak bisa diam dan grasahgrusuh.
Sepertinya ia panik mencari sesuatu.
Aku mengeluarkan tempat pensil yang berisi alatalat perang melawan ujian gambar ini.
Hmm ,sepertinya aku tau apa yang sedang sigit cari. Mungkin ia mencari pensilnya.
'kaa ,mau pinjem pensil aku gaa?' tanyaku baikbaik.
'gausah sok baik deh. Gua bisa pinjem sama oranglain.' jawabnya jutek.
Senyum kecut kupasang 'yaudah sih gausah jutek gitu jawabnya.' gerutuku dalam hati.
'woy ,ada bu luk!' teriak seseorang yang mengintip didepan pintu.
Aku buruburu duduk ditempat duduk ku. Sigit juga ,dia malah mendorongku sampai kakiku kepentok meja.
'aduh!' keluhku.
Ia membuatku jengkel.
Ini sakit. Bahkan bukannya minta maaf ,dia malah marah padaku.
'eh ,geser dong!' ujar sigit.
'raa ,mau ikut gaa?' sambut syafa saat aku kembali dari kantin.
'kemanaa?' tanyaku.
'kita mau ngikutin iqbal sampe rumahnya ,biar tau rumahnya dimana. Hehee.' jawab syafa.
'ikut aja ra ,oke! Ayoo cabut.' seret fifi.
Akupun terpaksa ikut.
Kami naik metromini 58 ,turun di depan gang delima. Dari belakang aku fifi syafa dan anggi mengikuti arah iqbal.
Rumahnya agak jauh ,masuk beberapa gang.
Ternyata rumahnya di teratai putih.
'kenapa ga turun didepan gang rumahnya dia ajaa? Bikin cape.' keluh anggi.
Ternyata ada rizky dirumah iqbal.
Kami mengintip dan mencuri dengar percakapan mereka dibalik tembok rumah iqbal.
Rumah iqbal berada didepan gang.
'yah kirain sigit bareng sama lo.' ujar rizky.
'yaudah gua jemput aja dah tuh anak.' sambungnya lagi.
Rizky langsung menyalakan motornya.
Ia berjalan menuju kearah kami menguping.
Fifi anggi dan syafa langsung kabur duluan karna panik ketauan.
Aku ditinggal dan lari belakangan.
'bruuk! Aduuh!' aku langsung terjatuh tersungkur. Seseorang menabrakku.
'aduuh! Sakit..' keluhku sambil bangkit dan membersihkan lututku yang terluka.
Orang yang menabrakku ini diam saja. Ia bengong.
'ngapain larilarian disini?' tanyanya.
Aku menengoknya.
'...' aku terdiam.
'oh myGod! Sigit!' umpatku dalam hati.
'iqball!' teriaknya memanggil iqbal. Aku panik tak karuan ,ingin kabur tapi tertahan kakiku yang sakit.
Iqbal datang menghampiri kami yang berada disamping rumahnya.
'loh? Sigit? Kenapa ini?' tanya iqbal bingung.
Kemudian iqbal membantuku berjalan ,ia mengajakku kerumahnya. Aku menolaknya. 'gua pulang aja.' kataku menolak.
'gaboleh ,bersihin lukanya dulu dee.' cegah iqbal.
Sementara ia membersihkan lukaku ,aku memikirkan temantemanku yang entah kemana.
'aww!' keluhku kesakitan.
'lagi ngapain sih disebelah rumah kaka tadi? Terus tementemennya mana? Kayanya tadi sama tementemennya deh.' cerocos iqbal.
Ku keluarkan senyum kecutku lagi. Dan hanya menelan ludah tidak bisa menjawab iqbal.
Tak lama rizky dan dika tiba.
Mereka bingung melihatku ada disini.
Iqbal menjelaskan smuanya pada rizky dan dika.
'dee ,rumahnya dimana emang?' tanya rizky.
'dibuaran kaa.' jawabku singkat. Dalam hati aku masih takut.
'mau kaka anterin sekarang atau nunggu kita slesai belajar dulu sekalian keringin lukanya?' tanyanya lagi.
Aku meminta dipulangkan sekarang.
Rizky mengantarku sampai depan rumah.
'salam sama mamanya yaa de.' pamitnya.
'ia gapapa syaa ,gua ngerti kok.' jawabku.
Kemudian aku mencritakan kronologi kejadian kemarin.
'hah? Berarti dia tau dong kita ngikutin dia? Ah gawat!' cerocos fifi.
Aku hanya diam.
Bell masukpun berbunyi.
Kami masuk keruangan masingmasing.
Aku masih jengkel dengan sigit. Sampai sekarang ia tidak juga meminta maaf padaku ,padahal sudah 2x ia mencelakakanku.
Hari ini ujian matematika b.indonesia dan b.inggris. Pengawasnya pak sugeng.
'eh ,kerjain soal gua deh. Lo pinter kan?' suruh sigit.
'apapaan ini? Masa gua malah ngerjain ujiannya dia sih?' gerutuku.
Mau takmau aku mengerjakan soal milik sigit. Saat sedang asik mengerjakan ,tibatiba pak sugeng menarik kertas sigit.
Aku kaget sekali.
'kamu kenapa mau disuruh sama dia?' interogasi pak sugeng pada ku.
Aku diam tidak bisa menjawab.
'saya yang paksa pak!' potong sigit.
Diruang BK ini ,aku dan sigit diinterogasi karna aku tertangkap basah sedang mengerjakan soal ujian milik sigit.
'bukan salah dia pak ,saya yang salah.' jelas sigit.
Sebagai hukumannya ,sigit mengerjakan ulang ujian matematikanya diruangan ini. Sementara aku ,berjemur dan menghormat pada bendera merahputih dilapangan yang terik ini.
'gua lagi yang kenaa! Sial sigit!' gerutu ku.
'braaak!'
sigit memukul mejaku. Aku kaget bukan main.
'eh ,ceroboh banget sih lo! Gitu aja ketauan!
Gua jadi disuruh ngerjain ulangkan!
Untung gua pinter ,bisa ngerjainnya! Tapi tetep aja tangan gua pegel!' cerocos sigit padaku.
Aku benarbenar jengkel dibuatnya ,habis kesabaranku.
'eh ,lo pikir gua bebas hukuman! Masih mending lo ngerjain ulangnya diruangan berAC ,nah gua dijemur sambil hormat!
Mau pingsan rasanya gua kaa!' sahutku takkalah nyolot.
Sigit diam.
Aku menang.
'eeeeeng.. Itu mah derita lo!' sahutnya kemudian.
Aku benarbenar benci padanya. 'Ahh ,kenapa aku harus sebangku sama kaka kelas seperti dia?' umpatku.
Saat pulang ,aku mencritakan smuanya pada syafa fifi anggi dan widia.
Merekapun jengkel pada sigit.
'ih cakepcakep ngeselin!' komentar syafa.
'bukan masalah cakepnya syaa ,dia itu phsyco!' sahutku.
Keesokan harinya aku berniat untuk menganggap sigit tidak ada.
Sama sekali tak aku tegor dia.
'eh pinjem tip-x dong!' pintanya.
Aku hanya diam. Purapura tidak mendengar.
Sekali lagi ia meminta.
'eh pinjem tip-x dong!'
duakali. Tigakali.
Aku benarbenar diam.
Ia jengkel padaku.
Bell istirahat berbunyi. Aku keluar ruangan.
Iqbal menghampiriku.
Ia bertanya apakah luka pada kakiku sudah sembuh.
'sudah kaa ,makasih yaa pertolongannya waktu itu.' jawabku.
Ia hanya mengangguk.
Sambil tersenyum ,aku berjalan meninggalkannya.
Aku menghampiri temantemanku.
Baru saja dateng ,mereka sudah menodong crita padaku.
'tadi ngediemin sigit? Hahaaa ,parah lo raa!' kata syafa sambil memukul pundakku.
Aku hanya tersenyum menang.
'kasian raa dicuekin begitu.' komen fifi.
'hahaaa ,biarin aja fi. Lagian gua sial mulu ama dia.' jawabku.
Aku tertawa bercanda dengan temantemanku hingga akhir istirahat.
Aku menengok kearah jendela dekat ruangan 14 ,kulihat sigit sedang bengong.
Sadar aku melihatnya ,diapun mengalihkan pandangan.
Aku pulang sendiri ,tidak bersama syafa dan fifi. Mereka masih disekolah.
'ahh tidak!' keluhku. Aku semobil dengan dika ,teman iqbal.
'hy..' sapa dika.
Dika adalah ketua osis sekolahku.
Aku menengok kearahnya ,tersenyum dan mengangguk.
'rumahnya dibuaran juga? Dimananyaa?' tanya dika basabasi.
Aku mejelaskan alamat rumahku.
'oh ,gabegitu jauh dari rumah kaka. Tapi kok kaka gapernah liat kamu yaa?' tanyanya.
'aku jarang keluar kaa.'
Sampai depan rumah ,aku ka dika mengajakku bareng.
'oh ,ini rumah kamu. Kapankapan bisa pulang n berangkat bareng dong yaa?' tanya dika basabasi.
'okee kaa.' sahutku.
kemudian aku masuk kerumah sementara ia terus jalan pulang.
Aku belajar untuk ujian besok ,hanya mereview saja.
Hmm ,tibatiba aku teringat dengan kejadian tadi saat aku tidak sengaja melihat sigit memperhatikanku.
Aku jadi ge-er sendiri.
Hehee.
Kemudian iqbal yang menolongku dan menanyakan keadaan luka itu.
Dan dika yang tadi mengantarku pulang dengan alasan ingin tau dimana rumahku.
'kenapa jadi pada deket ama gua yaa? Ahh ,cuma karna mereka seruangan mungkin.' pikirku.
Tibatiba 'kakaaa!' teriak seorang bocah lakilaki memanggilku.
'ahhelah ,gabisa banget liat gua asik tuhanak.' gertuku.
Mulki adikku ,memang sangat menjengkelkan. Ia suka sekali menggangguku.
'anterin aku beli nasigoreng kopral!' pintanya.
Aku mengantar mulki kedepan gang membeli nasigoreng langganan kami ,namanya kopral.
'dua ya ,kaya biasa aja.' pesanku.
Aku duduk menunggu pesanan.
Tak lama hapeku bergetar.
'hy..' begitu isinya. Sender tidak ku kenal.
Kubalas 'siapa?' .
Ia malah bertanya balik 'lo yang siapa?'
aku jadi bingung ,ku balas. 'loh kok tanya balik? Lo yang sms gua duluan. Lo siapa?'
'gua nemu secarik kertas ditas gua. Isinya nomer lo. Nah ,gua tanya lo siapa?' balasnya.
'hah? Tau ahh ,gajelas lo.' balasku singkat.
'eh jawab dulu lo siapa ,janganjangan lo temen gua lagi..' balasnya.
Aku diam ,tak kubalas. Tak lama ,hapeku bergetar lagi. Kulihat ada sms dari nomer yang sama.
'eh sok banget sih lo ,ditanya baikbaik malah begitu!'
'rara.
Gua raraaa. Anak smkn 7 kelas xmultimedia.' balasku.
Ku tunggu balasan. Tak ada balasan. Sampai pesananku tiba ,belum dibalas juga.
Aku pulang ,makan dirumah.
Saat asik makan ,nomer yang tak kukenal tadi sms lagi.
'astagaaa ,lo ade kelas gua yang paling ngeselin ternyataaa.'
buruburu kubalas 'emang ini siapa?'
ia balas 'SIGIT HUTAMA PUTRA.'
aku kaget.
Keceplosan aku balas 'kenapa harus lo sih!'
Ia kesal dan membalas.
'ih sok banget sih lo!'
tak kubalas ,aku malas.
'eh ,ko gabales?'
slesai makan ,tak lama aku tidur dan tak membalas sms sigit.
Ketua kelas xmultimedia masuk keruangan ku dan memberitau kisikisi ujian multimedia besok.
Smua anak kelas xmultimedia berkumpul.
Dan untuk kedua kalinya aku menangkap mata sigit yang aku katakan "terpesona" padaku.
Aku purapura tidak melihat.
'tiara ,udah belum?' tanya bu tien ,pengawas ruangan.
'iya bu.' aku maju mengumpulkan jawaban dan soal ujian. Tibatiba bu tien merangkulku.
'tiara ini si anak penurut. Kalian kelas xi juga bisa contoh dia.' jelas bu tien.
Aku hanya tersenyum.
'hahaa ,apa yang jadi contoh bu? Dia kan anak kecil bu.' ceplos juned kaka kelas xi.
Mendengar celetukan kajuned ,yang lainpun ikut tertawakan aku.
Bu tien hanya geleng kepala.
Aku kembali ketempat dudukku sambil cemberut. Sigit meledek ku. 'eh anak penurut ,kerjain nih soal gua! Hahaa.' ucapnya puas.
'gua benci sigit. Dasar annoying!' gumamku dalam hati.
Hari ini aku pulang sendiri lagi karna yang lain masih betah disekolah.
Aku naik angkot langganan bernomer 25 rawamangun-pondokkopi.
'hh ,untung gabareng ka dika lagi. Repot.' girangku dalam hati.
Aku jadi smakin berpikir ,sejak kapan jadi mendekat sama iqbal dkk. Padahal sebelumnya aku tidak perduli akan ketenaran mereka dan tidak kenal mereka.
Sampai dihalte buaran I ,aku turun dan jalan perlahan.
'heh cill ,awas diculik.' ledek seseorang dibelakangku.
Aku menengok ,dibelakang ada iqbal dan sigit.
'hy dee ,ko belum pulang?' sapa iqball.
'ni mau pulang kaa ,kaka berdua mau kemana?' tanyaku.
'mau kerumah temen ,dika. Kenal dika?' sahut iqbal.
Kami bercakapcakap dijalan sampai rumahku.
'oh ini rumahmu dee. Yaudah ,kita duluan yaa.' pamit iqball.
Daritadi sigit diam ,aku hanya mengobrol dengan iqbal.
'pantes gaketemu ,dika sakit.' batinku.
'woy anak penurut! Hahaa.' isi sms dari sigit.
'puaspuasin ngatain gua deh kaa.' balasku.
Ia terus mengejekku.
Ah aku kesal dan tak kubalas lagi smsnya.
'dasar annoying!' teriakku dikamar.
'woy cill ,kenapa gabales lo?' smsnya lagi.
Aku tinggal tidur saja karna besok harus bangun lebih awal karna aku piket.
Berniat datang pagi malah datang terlambat ,tidak piket dan ujian hampir dimulai. Aku hampir tidak diijinkan masuk.
Belum berenti kesialanku 'hey ,cuma kamu doang yang gabawa kartu peserta. Turun kamu minta surat keterangan dipiket.' teriak bu indri.
Ditambah lagi sigit yang daritadi malah tertawakan aku.
Selesai mengerjakan ujian teori animasi ,tibatiba bu nanik memanggilku kedepan.
'eh tiara ,sini kamu.'
kaget ,aku agak takut maju.
'apa lagi ini? Hh..' batinku.
'kamu keterlaluan yaa. Bisabisanya nilai bahasa indonesia kamu ngalahin anak didik ibu. Kamu wali kelasnya kan bukan ibu!' ocehnya.
Aku hanya diam saja.
'nilai bagus malah diomelin? Bunuh diri juga dah gua.' gerutuku.
Aku kembali ketempat duduk. 'sial banget sih harihari lo.' ejek sigit.
Aku cemberut saja.
Akhirnya slesai juga hari ini. Ujian slesai dan smoga kesialan slesai.
Aku langsung pulang naik 25. Ah tidak ,aku semobil dengan sigit.
'pasti gua sial deh. Hhh..' batinku.
Benar dugaanku. Uangku hilang!! Bagaimana aku bisa turun dari sini? Dimobil yang kukenal hanya sigit dan tidak mungkin aku meminjam uangnya.
Aku panik ,bahkan tak bisa menelan ludah.
Didepan ,gang rumahku sampai. Aku bingung mau bayar gimana. Sigit turun duluan. 'dua yaa bang ,sama yang belakang.' ujarnya saat bayar ongkos sambil menunjuk ku.
'aku?' heranku.
Agak kedepan sedikit aku turun ,abangnya langsung jalan.
Aku jalan sambil keheranan memikirkan kejadian tadi.
'darimana dia tau klo aku tidak punya ongkos karna uangku hilang dan dompetku ketinggalan?'
...
'gamungkin dia yang ambil uangku.'
...
'kecill!' sapa seseorang.
Sigit?
Dan dengan agak malu aku mengucapkan terimakasih atas tadi.
'tadi gua liat lo bingung ,gua pikir karna uang lo gaada. Yaudah gua bayarin ,tapi lupain aja.' jelasnya.
Aku tersenyum.
'eh tau gaa? Masa gua suka sama lo cill. Tapi itu terserah lo mau jawab atau ga. Soalnya gua yakin lo pasti benci sama gua dan nganggep gua pengganggu.
Pengennya sih lo jadi pacar gua cill. Tapi gua gamaksa kok.
Klo lo ngijinin ,kasih deh kesempatan buat gua pedekate ama lo. Hehee.' cerocos sigit tanpa dosa.
Aku diam keheranan mendengarnya berkatakata barusan.
Oh aku senang ,tapi aku tidak menyangka ia menyukaiku.
Aku bingung mau jawab apaa.
...
'boleh tanya git?'
'apaa cill?'
'lo suka doang atau sayang?'
'hmm ,kayanya gombal banget deh klo gua bilang sayang ama lo. Gua suka. Tapi itu bisa merubahnya jadi sayang klo ternyata gua makin kenal ama lo. Kenapa emang?'
'gapapa. Ko bisa suka ama gua?'
'gatau gua juga. Mungkin karna lo lucu dan nyenengin.'
'lucu dan nyenengin? Kayanya gua jutek deh ,apalagi ama lo.'
'ga kok. Lo jutek karna emang gua yang ngeselin. Gua sering juga ko perhatiin lo ama tementemen lo.'
'aku bingung ,kenapa bisa secepet ini ngalirnya perasaan aku ke kamu. Baru juga sebulan kita jadian ,tapi aku udah sayang sama kamu. Raa ,aku mau tanya. Kenapa waktu itu kamu bisa langsung terima aku? Padahal kamu kayanya benci ama aku.' ujar sigit padaku.
'yaa. Walaupun aku awalnya benci sama kamu karna tingkah kamu. Tapi denger katakata kamu aku langsung luluh ,hahaaa.' jawabku.
'loh aku waktu itu bukan ngegombal raa.'
'iyaa tau ,justru aku suka orang yang kaya kamu. Gamaksain buat gombal dan hahaa ,sama sekali garomantis. Tapi aku sukaa. Dan sejak saat itu aku tau smuanya. Karna kamu juga peka waktu aku panik. Bukan karna apapa ,aku galupain kejadian itu karna saat itu keliatan smua sifat asli kamu. Makanya aku terima kamu.' jelasku.
'raa ,mau kan berusaha barengbareng buat jaga hubungan kita? Aku sayang sama kamu.
Gamau aku janji buat slamanya sama kamu ,tapi aku berusaha. I falling for you.'
'i think i love you.' :)
0 komentar:
Posting Komentar